PENDURHAKA dan orang suci, orang yang taat dan orang ingkar, setan dan malaikat, sesungguhnya sama-sama sedang melakukan penghambaan kepada Tuhan.
Penjelasannya bisa meng-analogikan tentang sorang raja yang sedang berhasrat untuk menguji budak-budaknya. Ia ingin memilah mana budak yang taat, dan mana budak yang ingkar juga mana budak yang beriman dan mana yang penghianat, agar raja bisa memilahkan budak-budaknya. Bagaimana raja menetapkan golongan budak-budaknya?
Si penghasut, bertindak sebagai budak raja, dan melakukan apa-apa yang raja perintahkan.
Sebagaimana juga, raja memerintahkan budak perempuannya untuk berhias secantik mungkin. Setelah itu, dia disuruh keluar dan meperlihatkan diri untuk menggoda budak-budak laki-laki.
Hal itu dilakukan untuk mengetahui siapa diantara para budak yang layak dipercaya dan siapa yang menjadi penghianat. Meskipun prilaku budak perempuan itu jika dilihat dari luar merupakan penghianatan pada sang raja, tapi pada hakikatnya tidak.
Semua yang diperbuat oleh budak itu adalah penghambaa kepada raja.
Bingung kan? bingung melulu....
Senin, 05 November 2007
Selasa, 25 September 2007
Ibadah kok cari untung....

Siapa pun yang beribadah kepada Allah karena motivasi kepentingan tertentu dengan harapan dariNya, atau beribadah dalam rangka menolak bencana dari Allah, maka sesungguhnya orang tersebut tidak berpijak dengan benar sesuai SifatNya.
Kenapa demikian?Karena betapa banyaknya orang beribadah kepada Allah tidak didasari keikhlasan (Lillaahi Ta'ala), tetapi demi yang lain, kepentingan duniawi, naiknya jabatan, dagangannya laku, bahkan demi menolak balak dan bencana atau siksa.
Apakah Allah Ta'ala memerintahkan kita melakukan ibadah dan menjauhi laranganNya karena sebuah sebab dan alasan-alasan tertentu?
Bukankah kita beribadah karena kita harus melakukan atau menyambut sifat RububiyahNya melalui sifat Ubudiyah kita?
Bukankah segalanya sudah dijamin Allah, dan segalanya dariNya, bersamaNya, menuju kepadaNya?
Apakah Allah tidak layak disembah, tidak layak menjadi Tuhan, tidak layak diabdi dan diikuti perintah dan laranganNya, manakala Allah tidak menciptakan syurga dan neraka?
Bukankah Rasulullah saw, mengkhabarkan, "Janganlah diantara kalian seperti budak yang buruk, jika tidak diancam ia tak pernah bekerja. Juga jangan seperti pekerja yang buruk, jika tidak diberi upah ia tidak bekerja…."
Dalam kitab Zabur Allah berfirman, "Adakah orang yang lebih zalim dibanding orang yang menyembahKu karena syurga atau takut neraka? Apakah jika Aku tidak menciptakan syurga dan neraka, aku tidak pantas untuk ditaati?"
Suatu hari Junaid Al-Baghdady dibangunkan oleh pamannya sekaligus gurunya, Sary as-Saqathy.
"Ada apa paman?"
"Aku melihat seakan-akan aku ada dihadapan Allah dan Dia berkata kepada saya….Wahai Sary, Aku menciptakan makhluk mereka merasa mencintaiKu. Begitu Aku menciptakan dunia, mereka lari semua dariKu dan tinggal sepuluh persen. Lalu Aku menciptakan syurga, sisa makhluk itu pun lari semua (ke syurga), tinggal satu persen saja. Lalu Aku memberikan cobaan kepada mereka ini, mereka pun lari semua dariKu tinggal 0,9 persen. Aku bicara pada makhlukKu yang tersisa itu yang masih bersamaKu.
"Bukan dunia yang kalian kehendaki, juga bukan syurga yang kalian inginkan, juga bukan neraka yang membuat kalian lari, lantas apa yang kalian mau?"
"Engkau lebih Tahu apa yang kami mau…" jawab mereka.
"Aku hendak memnindihkan bencana cobaan pada kalian sebanyak nafas kalian, yang bisa menghancurkan gunung-gunung, apakah kalian masih bersabar?" TanyaKu pada mereka.
Dan mereka pun menjawab, "Manakala Engkau Sendiri Yang memberi cobaan, lakukanlah sekehendakMu…."
Mereka itulah hamba-hambaKu yang sebenarnya.
Semua ini jadi renungan kita agar dalam setiap niat dan motivasi ibadah kita agar semata hanya menuju Allah, Lillahi Ta'ala, agar kitaterbebas dari penjara kemakhlukan, dan menyatu dalam Musyahadah denganNya. Ikhlas, adalah ruh dari seluruh ibadah kita. Bukan yang lainnya.
Http://www.Sufinews.com
Kamis, 09 Agustus 2007
Hati adalah essensi...

KETIKA sedang berjalan, Musa mendengar seorang gembala sedang memohon kepada Tuhan, dengan menawarkan diri untuk melayani-Nya, untuk menyapu ruangan-Nya, menyisir rambut-Nya, mencuci pakaian dan kaki-Nya, membawakan makanan-Nya, dan mencium tangan-Nya.
Musa memarahi si gembala itu karena keberaniannya dan menganggap tidak sopan dengan do'a-2nya. "Tuhan tidak membutuhkan pelayanan semacam itu darimu!" Si gembala mencabik cabik pakaiannya sambil menangis dan berjalan ke gurun.
Malam itu Tuhan menemui Musa dan memarahinya. "Engkau telah memisahkan hamba-KU dari-Ku. Aku tidak memerintahkan ibadah untuk kepentingan-Ku sendiri, melainkan sebagai kebaikan kepada hamba-Ku. Pujian mereka tidak meng-agungkan-Ku, tetapi memberkati kesucian dan cahaya pada mereka. Aku tidak melihat perkataan mereka, namun ruh dan perasaan mereka. Aku menatap kedalam hati mereka untuk melihat apakah hati mereka indah, karena hati adalah esensi. Aku ingin membakar, membakar! Nyalakan jiwamu dengan api cinta, dan bakarlah semua pikiran dan perkataanmu.
Matsnawi II
Jalaludin Rumi
Kamis, 26 Juli 2007
Do'a....
Setiap manusia yang percaya bahwa ada sesuatu kekuatan yang lebih tinggi (Tuhan) untuk tempatnya bergantung, maka dia melakukan suatu permohonan-2 atau disebut do'a.
Tetapi, permohonan-permohonan atau do'a- do'a manusia itu sifatnya subyektif dia kadang hanya meminta yang baik-2 saja menurut pandangannya dia sendiri, menurut kelompoknya sendiri, atau malah mungkin ada orang yang berdo'a tapi untuk mencelakkan orang lain. Orang-orang seperti ini hanya akan menerima yang baik-2 saja dari Tuhan malah kadang bersuka cita berlebihan tetapi begitu kena musibah, dia tidak ikhlas menerimanya dan juga berduka yang berlebihan atau kadang menyalahkan Tuhan.
Sedangkan yang mempunyai hak mutlak dikabulkannya atau tidak do'a seseorang itu hanyalah ada pada Tuhan, jadi sebenarnya manusia tidak punya hak apa-apa tentang do'a.
Menurut para sufi, justru orang-2 yang dikabulkan do'anya oleh Tuhan itu adalah orang-orang yang tidak pernah meminta apa-apa sama sekali dari Tuhan, bukan berarti orang itu sombong dan tidak butuh apa-apa dari Tuhan. Tetapi, dia adalah orang-orang yang dengan tulus dan ikhlas menerima dan tunduk kepada ketetapan-ketetapan apapun yang Tuhan timpakan kepadanya, apakah dia suka atau tidak, apakah dia senang atau tidak, dia akan dengan senang hati menerimanya karena dia menganggap semua itu layak dia terima dari Tuhan yang dicintainya.
Dengan cara apapun Tuhan membentuku, maka jadilah aku.
Jika Dia menjadikanku Benih, jadilah aku benih.
Jika Dia menjadikanku sebilah pisau, jadilah aku pisau.
Jika Dia menjadikanku sebuah sumber air, maka aku kan memberi air.
Jika Dia menjadikanku api, maka aku akan memberi panas.
Jika Dia menjadikanku anak panah, maka aku akan menembus tubuh.
Jika Dia menjadikanku ular, maka aku akan menghasilkan racun.
Jika Dia menjadikanku sahabat-Nya, maka aku akan melayani-Nya dengan baik.
Aku serupa pena dalam genggaman-Nya yang bergerak sesuai kehendak-Nya.
Rabu, 18 Juli 2007
Agama...

AGAMA adalah sarana untuk mencapai Tuhan, lampaui agama capailah Tuhan.
Ketika manusia hanya berhenti pada agama dan lebih mencintai agama, maka agamalah yang akan lebih diper-tuhankan dan selanjutnya akan menimbulkan arogansi ke-agamaan.
Tetapi, ketika manusia telah melampaui agama dan Tuhan satu-satunya target pencapaian, maka ia akan me-lang-lang ke seluruh alam ciptaan-Nya, ia akan melihat warna-warni ciptaan-Nya dengan senyum ke arifan.
Selasa, 17 Juli 2007
Agamaku - agama cinta...

AGAMA cinta adalah jiwa alam semesta, jiwa yang luasnya tak terbatas. Ia memeluk semua orang, meliputi semua negeri, merengkuh semua agama. Tujuan dari cintanya ialah mengenali cinta dalam bentuknya yang mulia, mengenali setiap Nabi, setiap ibadah, dan setiap pemujaan untuk jalan menuju cinta sejati kepada Tuhan.
Agama cinta selalu melihat dan mengenali kehadiran Tuhan di manapun, dan memandang bahwa setiap bagian dari penciptaan adalah refleksi dari keagungan-Nya, karena alam semesta adalah refleksi dari kesempurnaan dan keagungan-Nya, tidak ada ruang kebencian bagi agama para pencinta.
Agama cinta adalah agama yang lebih mencintai dan memahami sifat-2 Tuhan yang meliputi seluruh ciptaan-Nya tanpa batas, agama cinta tidak mempertuhankan nama Tuhan atau lebih mempertuhankan agama dari pada sifat-sifat Tuhan itu sendiri.
Agama cinta meliputi semua agama, pagi para pencinta satu-satunya agama dan iman adalah Tuhan.
Kamis, 12 Juli 2007
NURANI - KEBERSIHAN HATI....

KEBENARAN mutlak hanyalah milik Tuhan dan Tuhan pun memberikan sebagian kebenaran-Nya kepada manusia dengan menanamkan-Nya kedalam hati nurani manusia (Qalb).
Tetapi, ketika manusia lebih di-dominasi oleh rasa Iri, dengki, serakah, kikir, keras kepala,sombong, dan kebenaran hanya di ukur oleh karena suka atau tidak suka, saudara atau bukan saudara, teman atau bukan teman, satu ras atau bukan satu ras, satu agama atau bukan satu agama, satu kelompok atau bukan satu kelompok, satu suku atau bukan satu suku, satu partai atau bukan satu partai, satu bangsa atau bukan satu bangsa, dan atau ukuran-2 sempit lainnya, disinilah mala petaka kehidupan dimulai likes hell on earth. Akhirnya kebenaran itu menjadi relatif karena kepentingan-2 ego manusia lebih dominan dan selalu membuat pembenaran-2 walaupun yang tidak benar itu kelihatan nyata ketidak benarannya , Ego Tuhan ditinggalkan walaupun kadang manusia itu selalu meng-atas namakan Tuhan.
Hanya orang-orang yang selalu memelihara kebersihan hati dan nuraninya sajalah yang akan menyatu dengan Ego-Nya Tuhan., walaupun akan selalu berbenturan dengan kehidupan nyata.
Minggu, 08 Juli 2007
KEHIDUPAN AKHIRAT.....

JANGAN berteriak, "Aduh, engkau telah pergi!" disamping nisanku:
Bagiku, inilah waktunya pertemuan yang menyenangkan!
Jangan ucapkan padaku; "Selamat tinggal" ketika aku diturunkan kedalam nisanku:
Aku telah melewati tirai itu menuju keagungan abadi!
SETIAP ORANG begitu takut pada kematian, tetapi sufi sejati hanya tertawa;
Tak satupun menguasai hati mereka.
Apa yang menghancurkan kulit tiram,
Tidak akan merusak sang mutiara.
KETIKA aku mati dan engkau berharap mengunjungiku,
Jangan datang ke nisanku tanpa sebuah genderang,
Bagi perjamuan Tuhan, orang-orang yang berkabung tidak memiliki tempat.
DUNIA ini laksana sebuah mimpi, tetapi engkau sang penidur,
membayangkan dunia itu nyata.
Sampai tiba-tiba kematian menjemput dan engkau akan terlepas dari
malam gagasan dan kesalahan.
Engkau akan mentertawakan penderitaan yang menimpa wujud duniawimu ketika engkau melihat tempat tinggal abadimu.
Ketika terjaga engkau akan menjadi sadar akan segala yang engkau lakukan di tidurmu dalam keberadaan duniaimu.
Bagiku, inilah waktunya pertemuan yang menyenangkan!
Jangan ucapkan padaku; "Selamat tinggal" ketika aku diturunkan kedalam nisanku:
Aku telah melewati tirai itu menuju keagungan abadi!
SETIAP ORANG begitu takut pada kematian, tetapi sufi sejati hanya tertawa;
Tak satupun menguasai hati mereka.
Apa yang menghancurkan kulit tiram,
Tidak akan merusak sang mutiara.
KETIKA aku mati dan engkau berharap mengunjungiku,
Jangan datang ke nisanku tanpa sebuah genderang,
Bagi perjamuan Tuhan, orang-orang yang berkabung tidak memiliki tempat.
DUNIA ini laksana sebuah mimpi, tetapi engkau sang penidur,
membayangkan dunia itu nyata.
Sampai tiba-tiba kematian menjemput dan engkau akan terlepas dari
malam gagasan dan kesalahan.
Engkau akan mentertawakan penderitaan yang menimpa wujud duniawimu ketika engkau melihat tempat tinggal abadimu.
Ketika terjaga engkau akan menjadi sadar akan segala yang engkau lakukan di tidurmu dalam keberadaan duniaimu.
Jangan bayangkan perbuatan jahatmu hanya dilakukan ketika tertidur, tanpa akibat apapun kepadamu.
Tetapi saat terjaga airmata dukamu dan ratapan sedihmu akan berubah jadi keriangan.
Tetapi saat terjaga airmata dukamu dan ratapan sedihmu akan berubah jadi keriangan.
TUBUH, seperti seorang ibu, mengandung anak ruh: kematian adalah kepedihan dan kesakitan saat melahirkan. Semua ruh yang telah berlalu ke kehidupan esok sedang menunggu dengan cemas untuk melihat ruh yang bangga itu dilahirkan.
KEMATIAN sejati adalah kelahiran spiritual, pembebasan ruh dari penjara indera menuju kebebasan Tuhan, sebagaimana kelahiran jasmani adalah pembebasan bayi dari penjara rahim menuju kebebasan dunia. Sementara kelahiran anak menyebabkan luka dan kepedihan kepada sang ibu, bagi sang bayi ia membawa kebebasan.
TELAH kubunuh keadaan mineral dan menjadi tumbuhan,
Telah kubunuh tumbuhan dan mawar menjadi binatang,
Aku mati dari kebinatangan dan menjadi manusia,
Lalu mengapa harus kutakutkan mati?
Kapan aku tidak pernah sekarat?
Pada tahap berikutnya aku hanya akan mati untuk berubah,
Untuk terbang ke langit tertinggi bersama malaikat.
Tetapi bahkan dari kemalaikatan aku akan berlalu "Segalanya akan binasa kecuali Tuhan."
Sekali lagi akan kukorbankan keadaan malaikatku untuk akhirnya menjadi apa yang tak pernah bisa engkau bayangkan;
Aku akan menjadi ketiadaan!
"Sudah pasti, kepada-Nya lah kita akan kembali."
masih tersisa?
TUHAN memberimu kehidupan dan memberkati sifat-sifat-Nya, pada akhirnya engkau akan kembali kepada-Nya.
MATSNAWI-JALALUDIN RUMI
KEMATIAN sejati adalah kelahiran spiritual, pembebasan ruh dari penjara indera menuju kebebasan Tuhan, sebagaimana kelahiran jasmani adalah pembebasan bayi dari penjara rahim menuju kebebasan dunia. Sementara kelahiran anak menyebabkan luka dan kepedihan kepada sang ibu, bagi sang bayi ia membawa kebebasan.
TELAH kubunuh keadaan mineral dan menjadi tumbuhan,
Telah kubunuh tumbuhan dan mawar menjadi binatang,
Aku mati dari kebinatangan dan menjadi manusia,
Lalu mengapa harus kutakutkan mati?
Kapan aku tidak pernah sekarat?
Pada tahap berikutnya aku hanya akan mati untuk berubah,
Untuk terbang ke langit tertinggi bersama malaikat.
Tetapi bahkan dari kemalaikatan aku akan berlalu "Segalanya akan binasa kecuali Tuhan."
Sekali lagi akan kukorbankan keadaan malaikatku untuk akhirnya menjadi apa yang tak pernah bisa engkau bayangkan;
Aku akan menjadi ketiadaan!
"Sudah pasti, kepada-Nya lah kita akan kembali."
masih tersisa?
TUHAN memberimu kehidupan dan memberkati sifat-sifat-Nya, pada akhirnya engkau akan kembali kepada-Nya.
MATSNAWI-JALALUDIN RUMI
Rabu, 04 Juli 2007
MENJADI SANG PENCINTA
PERTENTANGAN - PERTENTANGAN

Segala sesuatu akan menjadi jelas karena adanya pertentangan-pertentangan. Pengalaman kita sehari-hari bisa menunjukan kebenaran itu. Dunia menjadi mungkin karena perbedaaan-perbedaan dan pertentangan-pertentangan. Jika dua hal itu tidak berbeda, dan karenanya dalam beberapa hal "dipertentangkan," maka ia akan menjadi satu dan sama.
Setiap kita memiliki pertentangan yang dengannya orang lain menjadi mungkin; siang dan malam, kesempurnaan dan ketidaksempurnaan, keutuhan dan perpecahan, kebahagian dan kesedihan, yang baru dan yang lama, roh dan jasad. Masing-masing istilah yang korelatif ini hanya dapat menjadi ada dan terpahami karena adanya pertentangan. Demkian juga halnya dengan segala sesuatu, kecuali Tuhan. Hanya Dia yang tidak memiliki pertentangan, namun Dia berada diatas semua pertentangan. Dia adalah muara "segala pertentangan", dimana segala pertentangan berada dalam Lautan Kesatuan. Dengan alasan sama, kita tidak dapat mengetahui-Nya, karena Dia tidak memiliki pertentangan"Yang menjadikan-Nya nyata".
KEBAIKAN DAN KEJAHATAN...

Pertentangan dalam penciptaan itu selalu relatif, dalam pengertian bahwa tidak terdapat perbedaan-perbedaan yang mutlak. Pengetahuan mutlak, kehidupan mutlak, dan kekuatan mutlak - Semua itu Sifat-sifat Tuhan. Namun, ketika terjewantah di dunia, semuanya menjadi lemah dan ternoda, karena terpisah jauh dari Sumbernya. Sehingga,"pengetahuan" dan "kekuatan" yang dapat dijumpai didunia ini hanya kesuraman pantulan Sifat-sifat Tuhan yang terang dan Utama.
Bagi sebagian besar kita, pertentangan yang paling sulit dipahami yang dapat dijumpai didunia ini adalah pertentangan antara "kebaikan" dan "kejahatan" . Jelas bahwa, sebagaimana telah disebutkan, kebaikan mutlak hanya dapat ditemukan di dalam Tuhan.
Segala bentuk kejahatan berasal dari kesuraman kebaikan, karena jauh dari sumbernya. Segala kebaikan dan kejahatan di dunia ini bersifat relatif, tidak mutlak. Sebab tidak ada yang mutlak dalam segala ciptaan. Dari sudut pandang lain, segala sesuatu adalah kebaikan dan kejahatan dalam hubungannya dengan manusia, tidak dalam hubungan dengan Tuhan. Sebab, di mata-Nya, segala yang mewujud hanya untuk satu hal, mengejewantahkan Perbendaharaan Yang Tersembunyi yaitu Tuhan. Lebih dari itu, jika di dunia ini tidak ada kejahatan, tiada sarana bagi pengejewantahan Sifat-sifat Tuhan. Pengampunan dan Ancaman, sebagai contoh, apa yang hendak Dia ampuni jika tidak ada dosa (kejahatan), dan juga untuk apa Ancaman-Nya? Dalam beberapa hal, kesempurnaan kreativitas Sang pelukis yang terbatas, menuntut membuat lukisan-lukisan yang indah sekaligus yang jelek.
Orientasi Islam
Rabu, 27 Juni 2007
Etalase.....
Selasa, 26 Juni 2007
Children Learn What they live....

If children live with criticism, they learn to condemn.
If children live with hostility, they learn to fight.
If children live with fear, they learn to be apprehensive.
If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
If children live with ridicule, they learn to be shy.
If children live with jealousy, they learn what envy is.
If children live with shame, they learn to feel guilty.
If children live with tolerance, they learn to be patient.
If children live with encouragement, they learn to be confident.
If children live with praise, they learn to appreciate.
If children live with approval, they learn to like themselves.
If children live with acceptance, they learn to find love in the world.
If children live with recognition, they learn to have a goal.
If children live with sharing, they learn to be generous.
If children live with honesty and fairness, they learn what truth and justice are.
If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those around them.
If children live with friendliness, they learn that the world is a nice place in which to live.
If children live with serenity, they learn to have peace of mind.
With what are your children living?
Dorothy L. Nolte
KEMAUAN
Senin, 25 Juni 2007
EKSISTENSI DAN NONEKSISTENSI

Untuk menemukan diri yang sesungguhnya, kita harus membuang segala bayangan diri, yang paling mendasar dari segala ini adalah eksistensi dan non eksistensinya kita. Segala penampakan dunia adalah "rendah", yang dipahami oleh kita sebagai "eksistensi" dan kita memendang diri kita sendiri sebagai bagian dari sekian banyak eksisten.
Tuhan bagaimanapun juga ada (eksis), dan jika kita menempatkan eksistensi kita dekat pada Eksistensi-Nya, kita akan melihat bahwa kita sepenuhnya berasal dari-Nya. Dengan demikian, kita sesungguhnya tidak memiliki eksisteni. Kita hanya menerima pancaran cahaya Eksistensi_Nya. Karenanya, 'pancaran' itu pada akhirnya akan kembali pada Sumbernya. Sehingga apa yang tampak sebagai eksisten ini, sesungguhnya non eksisten, dan apa yang tampak sebagai noneksisten, itulah eksistensi yang sesungguhnya. Oleh sebab itu, jika manusia ingin menemukan eksistensi dirinya yang sesungguhnya, dia harus mencarinya di dalam noneksistensi dirinya sendiri.
ALASAN PENCIPTAAN......

PENCIPTAAN - baik dunia maupun bentuk-bentuk terbatas yang ada didalamnya - merupakan nama lain dari Perbuatan-perbuatan Tuhan, dan Perbuatan-perbuatan-Nya adalah pengejewantahan dari sifat-sifat-Nya. Dengan memahami ini, maka, seandainya kita bertanya, "Mengapa Tuhan menciptakan dunia?" Jawabannya jelas, untuk mengejewantahkan Nama-nama dan Sifat-sifat-Nya. Nabi bersabda bahwa Tuhan berfirman: "Aku adalah Perbendaharaan Yang Tersembunyi, Aku ingin dikenal. Karenanya Kuciptakan dunia ini, supaya Aku dikenal." Dengan demkian tujuan penciptaan menjadi jelas.
Nampang dulu ah............
Ke-akuan.....

KESOMBONGAN apalagi yang kita banggakan?
Coba abaikan Tuhan dalam diri kita, apa yang bisa kita perbuat?
Cantik, tampan, kaya, kedudukan, kepandaian atau kepopuleran itu hanyalah cara Tuhan untuk menunjukan diri-Nya melalui jasad kita. Lantas keakuan kita dimana? Nothing....euweuh.....!!!
Kita selalu menganggap bahwa kita dapat bertumpu pada pengetahuan dan kemampuan atau usaha kita sendiri untuk melakukan sesuatu.
Kita anggap diri kita mampu melakukan semua ini hanya bermodal kekuatan kita dan dengan amal dan usaha kita sendiri. Sesungguhnya telah Tuhan tetapkan dengan segala kemampuan kita untuk menempuh jalan-Nya. Lalu.... Tuhan akan menghampiri kita.
Pencarian...
Syurban

JANGAN kenakan syurban atau kerudung hanya diatas kepalamu
Gosokanlah semua itu pada hatimu.....
Apakah syurban atau kerudung itu?
Nama suci Tuhan yang Agung.........
Orang munafik lebih sibuk dengan atribut-2 kesalehannya, seorang pencinta Tuhan lebih sibuk meniti diri membersihkan hatinya dengan kerendah hatian kepada Tuhan yang dicintainya.
Jumat, 22 Juni 2007
Tujuan Hidup...

Tuhan telah menempatkan sebuah tangga di depan kakimu: kita harus memanjatnya, langkah demi langkah.
Engkau memiliki kaki: mengapa berpura-pura lumpuh? Engkau memiliki tangan: mengapa menyembunyikan jemari yang menggenggam itu?
Jika engkau memikul beban Tuhan, Dia akan menjunjungmu.
Jika engkau menerima perintah-Nya, Dia akan menyiramimu dengan keagungan dan karunia-Nya.
Jika Engkau mencari kesatuan dengan-Nya, engkau akan bersatu selamanya.
Langganan:
Postingan (Atom)





