Kamis, 09 Agustus 2007

Hati adalah essensi...


KETIKA sedang berjalan, Musa mendengar seorang gembala sedang memohon kepada Tuhan, dengan menawarkan diri untuk melayani-Nya, untuk menyapu ruangan-Nya, menyisir rambut-Nya, mencuci pakaian dan kaki-Nya, membawakan makanan-Nya, dan mencium tangan-Nya.
Musa memarahi si gembala itu karena keberaniannya dan menganggap tidak sopan dengan do'a-2nya. "Tuhan tidak membutuhkan pelayanan semacam itu darimu!" Si gembala mencabik cabik pakaiannya sambil menangis dan berjalan ke gurun.
Malam itu Tuhan menemui Musa dan memarahinya. "Engkau telah memisahkan hamba-KU dari-Ku. Aku tidak memerintahkan ibadah untuk kepentingan-Ku sendiri, melainkan sebagai kebaikan kepada hamba-Ku. Pujian mereka tidak meng-agungkan-Ku, tetapi memberkati kesucian dan cahaya pada mereka. Aku tidak melihat perkataan mereka, namun ruh dan perasaan mereka. Aku menatap kedalam hati mereka untuk melihat apakah hati mereka indah, karena hati adalah esensi. Aku ingin membakar, membakar! Nyalakan jiwamu dengan api cinta, dan bakarlah semua pikiran dan perkataanmu.

Matsnawi II
Jalaludin Rumi

Tidak ada komentar: