TUHAN telah memberikan fasilitas yang seluas-luasnya kepada kita, kita bergerak untuk mendapatkan fasilitas Tuhan sesuai dengan kapasitas-kapasitas yang kita miliki. Kita ini ibarat barang-barang yang dipamerkan di etalasenya Tuhan.
Rabu, 27 Juni 2007
Etalase.....
TUHAN telah memberikan fasilitas yang seluas-luasnya kepada kita, kita bergerak untuk mendapatkan fasilitas Tuhan sesuai dengan kapasitas-kapasitas yang kita miliki. Kita ini ibarat barang-barang yang dipamerkan di etalasenya Tuhan.
Selasa, 26 Juni 2007
Children Learn What they live....

If children live with criticism, they learn to condemn.
If children live with hostility, they learn to fight.
If children live with fear, they learn to be apprehensive.
If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
If children live with ridicule, they learn to be shy.
If children live with jealousy, they learn what envy is.
If children live with shame, they learn to feel guilty.
If children live with tolerance, they learn to be patient.
If children live with encouragement, they learn to be confident.
If children live with praise, they learn to appreciate.
If children live with approval, they learn to like themselves.
If children live with acceptance, they learn to find love in the world.
If children live with recognition, they learn to have a goal.
If children live with sharing, they learn to be generous.
If children live with honesty and fairness, they learn what truth and justice are.
If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those around them.
If children live with friendliness, they learn that the world is a nice place in which to live.
If children live with serenity, they learn to have peace of mind.
With what are your children living?
Dorothy L. Nolte
KEMAUAN
Senin, 25 Juni 2007
EKSISTENSI DAN NONEKSISTENSI

Untuk menemukan diri yang sesungguhnya, kita harus membuang segala bayangan diri, yang paling mendasar dari segala ini adalah eksistensi dan non eksistensinya kita. Segala penampakan dunia adalah "rendah", yang dipahami oleh kita sebagai "eksistensi" dan kita memendang diri kita sendiri sebagai bagian dari sekian banyak eksisten.
Tuhan bagaimanapun juga ada (eksis), dan jika kita menempatkan eksistensi kita dekat pada Eksistensi-Nya, kita akan melihat bahwa kita sepenuhnya berasal dari-Nya. Dengan demikian, kita sesungguhnya tidak memiliki eksisteni. Kita hanya menerima pancaran cahaya Eksistensi_Nya. Karenanya, 'pancaran' itu pada akhirnya akan kembali pada Sumbernya. Sehingga apa yang tampak sebagai eksisten ini, sesungguhnya non eksisten, dan apa yang tampak sebagai noneksisten, itulah eksistensi yang sesungguhnya. Oleh sebab itu, jika manusia ingin menemukan eksistensi dirinya yang sesungguhnya, dia harus mencarinya di dalam noneksistensi dirinya sendiri.
ALASAN PENCIPTAAN......

PENCIPTAAN - baik dunia maupun bentuk-bentuk terbatas yang ada didalamnya - merupakan nama lain dari Perbuatan-perbuatan Tuhan, dan Perbuatan-perbuatan-Nya adalah pengejewantahan dari sifat-sifat-Nya. Dengan memahami ini, maka, seandainya kita bertanya, "Mengapa Tuhan menciptakan dunia?" Jawabannya jelas, untuk mengejewantahkan Nama-nama dan Sifat-sifat-Nya. Nabi bersabda bahwa Tuhan berfirman: "Aku adalah Perbendaharaan Yang Tersembunyi, Aku ingin dikenal. Karenanya Kuciptakan dunia ini, supaya Aku dikenal." Dengan demkian tujuan penciptaan menjadi jelas.
Nampang dulu ah............
Ke-akuan.....

KESOMBONGAN apalagi yang kita banggakan?
Coba abaikan Tuhan dalam diri kita, apa yang bisa kita perbuat?
Cantik, tampan, kaya, kedudukan, kepandaian atau kepopuleran itu hanyalah cara Tuhan untuk menunjukan diri-Nya melalui jasad kita. Lantas keakuan kita dimana? Nothing....euweuh.....!!!
Kita selalu menganggap bahwa kita dapat bertumpu pada pengetahuan dan kemampuan atau usaha kita sendiri untuk melakukan sesuatu.
Kita anggap diri kita mampu melakukan semua ini hanya bermodal kekuatan kita dan dengan amal dan usaha kita sendiri. Sesungguhnya telah Tuhan tetapkan dengan segala kemampuan kita untuk menempuh jalan-Nya. Lalu.... Tuhan akan menghampiri kita.
Pencarian...
Syurban

JANGAN kenakan syurban atau kerudung hanya diatas kepalamu
Gosokanlah semua itu pada hatimu.....
Apakah syurban atau kerudung itu?
Nama suci Tuhan yang Agung.........
Orang munafik lebih sibuk dengan atribut-2 kesalehannya, seorang pencinta Tuhan lebih sibuk meniti diri membersihkan hatinya dengan kerendah hatian kepada Tuhan yang dicintainya.
Jumat, 22 Juni 2007
Tujuan Hidup...

Tuhan telah menempatkan sebuah tangga di depan kakimu: kita harus memanjatnya, langkah demi langkah.
Engkau memiliki kaki: mengapa berpura-pura lumpuh? Engkau memiliki tangan: mengapa menyembunyikan jemari yang menggenggam itu?
Jika engkau memikul beban Tuhan, Dia akan menjunjungmu.
Jika engkau menerima perintah-Nya, Dia akan menyiramimu dengan keagungan dan karunia-Nya.
Jika Engkau mencari kesatuan dengan-Nya, engkau akan bersatu selamanya.
Langganan:
Postingan (Atom)



