
Segala sesuatu akan menjadi jelas karena adanya pertentangan-pertentangan. Pengalaman kita sehari-hari bisa menunjukan kebenaran itu. Dunia menjadi mungkin karena perbedaaan-perbedaan dan pertentangan-pertentangan. Jika dua hal itu tidak berbeda, dan karenanya dalam beberapa hal "dipertentangkan," maka ia akan menjadi satu dan sama.
Setiap kita memiliki pertentangan yang dengannya orang lain menjadi mungkin; siang dan malam, kesempurnaan dan ketidaksempurnaan, keutuhan dan perpecahan, kebahagian dan kesedihan, yang baru dan yang lama, roh dan jasad. Masing-masing istilah yang korelatif ini hanya dapat menjadi ada dan terpahami karena adanya pertentangan. Demkian juga halnya dengan segala sesuatu, kecuali Tuhan. Hanya Dia yang tidak memiliki pertentangan, namun Dia berada diatas semua pertentangan. Dia adalah muara "segala pertentangan", dimana segala pertentangan berada dalam Lautan Kesatuan. Dengan alasan sama, kita tidak dapat mengetahui-Nya, karena Dia tidak memiliki pertentangan"Yang menjadikan-Nya nyata".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar