Senin, 25 Juni 2007

EKSISTENSI DAN NONEKSISTENSI


Untuk menemukan diri yang sesungguhnya, kita harus membuang segala bayangan diri, yang paling mendasar dari segala ini adalah eksistensi dan non eksistensinya kita. Segala penampakan dunia adalah "rendah", yang dipahami oleh kita sebagai "eksistensi" dan kita memendang diri kita sendiri sebagai bagian dari sekian banyak eksisten.

Tuhan bagaimanapun juga ada (eksis), dan jika kita menempatkan eksistensi kita dekat pada Eksistensi-Nya, kita akan melihat bahwa kita sepenuhnya berasal dari-Nya. Dengan demikian, kita sesungguhnya tidak memiliki eksisteni. Kita hanya menerima pancaran cahaya Eksistensi_Nya. Karenanya, 'pancaran' itu pada akhirnya akan kembali pada Sumbernya. Sehingga apa yang tampak sebagai eksisten ini, sesungguhnya non eksisten, dan apa yang tampak sebagai noneksisten, itulah eksistensi yang sesungguhnya. Oleh sebab itu, jika manusia ingin menemukan eksistensi dirinya yang sesungguhnya, dia harus mencarinya di dalam noneksistensi dirinya sendiri.

Tidak ada komentar: