
JANGAN berteriak, "Aduh, engkau telah pergi!" disamping nisanku:
Bagiku, inilah waktunya pertemuan yang menyenangkan!
Jangan ucapkan padaku; "Selamat tinggal" ketika aku diturunkan kedalam nisanku:
Aku telah melewati tirai itu menuju keagungan abadi!
SETIAP ORANG begitu takut pada kematian, tetapi sufi sejati hanya tertawa;
Tak satupun menguasai hati mereka.
Apa yang menghancurkan kulit tiram,
Tidak akan merusak sang mutiara.
KETIKA aku mati dan engkau berharap mengunjungiku,
Jangan datang ke nisanku tanpa sebuah genderang,
Bagi perjamuan Tuhan, orang-orang yang berkabung tidak memiliki tempat.
DUNIA ini laksana sebuah mimpi, tetapi engkau sang penidur,
membayangkan dunia itu nyata.
Sampai tiba-tiba kematian menjemput dan engkau akan terlepas dari
malam gagasan dan kesalahan.
Engkau akan mentertawakan penderitaan yang menimpa wujud duniawimu ketika engkau melihat tempat tinggal abadimu.
Ketika terjaga engkau akan menjadi sadar akan segala yang engkau lakukan di tidurmu dalam keberadaan duniaimu.
Bagiku, inilah waktunya pertemuan yang menyenangkan!
Jangan ucapkan padaku; "Selamat tinggal" ketika aku diturunkan kedalam nisanku:
Aku telah melewati tirai itu menuju keagungan abadi!
SETIAP ORANG begitu takut pada kematian, tetapi sufi sejati hanya tertawa;
Tak satupun menguasai hati mereka.
Apa yang menghancurkan kulit tiram,
Tidak akan merusak sang mutiara.
KETIKA aku mati dan engkau berharap mengunjungiku,
Jangan datang ke nisanku tanpa sebuah genderang,
Bagi perjamuan Tuhan, orang-orang yang berkabung tidak memiliki tempat.
DUNIA ini laksana sebuah mimpi, tetapi engkau sang penidur,
membayangkan dunia itu nyata.
Sampai tiba-tiba kematian menjemput dan engkau akan terlepas dari
malam gagasan dan kesalahan.
Engkau akan mentertawakan penderitaan yang menimpa wujud duniawimu ketika engkau melihat tempat tinggal abadimu.
Ketika terjaga engkau akan menjadi sadar akan segala yang engkau lakukan di tidurmu dalam keberadaan duniaimu.
Jangan bayangkan perbuatan jahatmu hanya dilakukan ketika tertidur, tanpa akibat apapun kepadamu.
Tetapi saat terjaga airmata dukamu dan ratapan sedihmu akan berubah jadi keriangan.
Tetapi saat terjaga airmata dukamu dan ratapan sedihmu akan berubah jadi keriangan.
TUBUH, seperti seorang ibu, mengandung anak ruh: kematian adalah kepedihan dan kesakitan saat melahirkan. Semua ruh yang telah berlalu ke kehidupan esok sedang menunggu dengan cemas untuk melihat ruh yang bangga itu dilahirkan.
KEMATIAN sejati adalah kelahiran spiritual, pembebasan ruh dari penjara indera menuju kebebasan Tuhan, sebagaimana kelahiran jasmani adalah pembebasan bayi dari penjara rahim menuju kebebasan dunia. Sementara kelahiran anak menyebabkan luka dan kepedihan kepada sang ibu, bagi sang bayi ia membawa kebebasan.
TELAH kubunuh keadaan mineral dan menjadi tumbuhan,
Telah kubunuh tumbuhan dan mawar menjadi binatang,
Aku mati dari kebinatangan dan menjadi manusia,
Lalu mengapa harus kutakutkan mati?
Kapan aku tidak pernah sekarat?
Pada tahap berikutnya aku hanya akan mati untuk berubah,
Untuk terbang ke langit tertinggi bersama malaikat.
Tetapi bahkan dari kemalaikatan aku akan berlalu "Segalanya akan binasa kecuali Tuhan."
Sekali lagi akan kukorbankan keadaan malaikatku untuk akhirnya menjadi apa yang tak pernah bisa engkau bayangkan;
Aku akan menjadi ketiadaan!
"Sudah pasti, kepada-Nya lah kita akan kembali."
masih tersisa?
TUHAN memberimu kehidupan dan memberkati sifat-sifat-Nya, pada akhirnya engkau akan kembali kepada-Nya.
MATSNAWI-JALALUDIN RUMI
KEMATIAN sejati adalah kelahiran spiritual, pembebasan ruh dari penjara indera menuju kebebasan Tuhan, sebagaimana kelahiran jasmani adalah pembebasan bayi dari penjara rahim menuju kebebasan dunia. Sementara kelahiran anak menyebabkan luka dan kepedihan kepada sang ibu, bagi sang bayi ia membawa kebebasan.
TELAH kubunuh keadaan mineral dan menjadi tumbuhan,
Telah kubunuh tumbuhan dan mawar menjadi binatang,
Aku mati dari kebinatangan dan menjadi manusia,
Lalu mengapa harus kutakutkan mati?
Kapan aku tidak pernah sekarat?
Pada tahap berikutnya aku hanya akan mati untuk berubah,
Untuk terbang ke langit tertinggi bersama malaikat.
Tetapi bahkan dari kemalaikatan aku akan berlalu "Segalanya akan binasa kecuali Tuhan."
Sekali lagi akan kukorbankan keadaan malaikatku untuk akhirnya menjadi apa yang tak pernah bisa engkau bayangkan;
Aku akan menjadi ketiadaan!
"Sudah pasti, kepada-Nya lah kita akan kembali."
masih tersisa?
TUHAN memberimu kehidupan dan memberkati sifat-sifat-Nya, pada akhirnya engkau akan kembali kepada-Nya.
MATSNAWI-JALALUDIN RUMI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar