Setiap manusia yang percaya bahwa ada sesuatu kekuatan yang lebih tinggi (Tuhan) untuk tempatnya bergantung, maka dia melakukan suatu permohonan-2 atau disebut do'a.
Tetapi, permohonan-permohonan atau do'a- do'a manusia itu sifatnya subyektif dia kadang hanya meminta yang baik-2 saja menurut pandangannya dia sendiri, menurut kelompoknya sendiri, atau malah mungkin ada orang yang berdo'a tapi untuk mencelakkan orang lain. Orang-orang seperti ini hanya akan menerima yang baik-2 saja dari Tuhan malah kadang bersuka cita berlebihan tetapi begitu kena musibah, dia tidak ikhlas menerimanya dan juga berduka yang berlebihan atau kadang menyalahkan Tuhan.
Sedangkan yang mempunyai hak mutlak dikabulkannya atau tidak do'a seseorang itu hanyalah ada pada Tuhan, jadi sebenarnya manusia tidak punya hak apa-apa tentang do'a.
Menurut para sufi, justru orang-2 yang dikabulkan do'anya oleh Tuhan itu adalah orang-orang yang tidak pernah meminta apa-apa sama sekali dari Tuhan, bukan berarti orang itu sombong dan tidak butuh apa-apa dari Tuhan. Tetapi, dia adalah orang-orang yang dengan tulus dan ikhlas menerima dan tunduk kepada ketetapan-ketetapan apapun yang Tuhan timpakan kepadanya, apakah dia suka atau tidak, apakah dia senang atau tidak, dia akan dengan senang hati menerimanya karena dia menganggap semua itu layak dia terima dari Tuhan yang dicintainya.
Dengan cara apapun Tuhan membentuku, maka jadilah aku.
Jika Dia menjadikanku Benih, jadilah aku benih.
Jika Dia menjadikanku sebilah pisau, jadilah aku pisau.
Jika Dia menjadikanku sebuah sumber air, maka aku kan memberi air.
Jika Dia menjadikanku api, maka aku akan memberi panas.
Jika Dia menjadikanku anak panah, maka aku akan menembus tubuh.
Jika Dia menjadikanku ular, maka aku akan menghasilkan racun.
Jika Dia menjadikanku sahabat-Nya, maka aku akan melayani-Nya dengan baik.
Aku serupa pena dalam genggaman-Nya yang bergerak sesuai kehendak-Nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar