Kamis, 26 Juli 2007

Do'a....



Setiap manusia yang percaya bahwa ada sesuatu kekuatan yang lebih tinggi (Tuhan) untuk tempatnya bergantung, maka dia melakukan suatu permohonan-2 atau disebut do'a.
Tetapi, permohonan-permohonan atau do'a- do'a manusia itu sifatnya subyektif dia kadang hanya meminta yang baik-2 saja menurut pandangannya dia sendiri, menurut kelompoknya sendiri, atau malah mungkin ada orang yang berdo'a tapi untuk mencelakkan orang lain. Orang-orang seperti ini hanya akan menerima yang baik-2 saja dari Tuhan malah kadang bersuka cita berlebihan tetapi begitu kena musibah, dia tidak ikhlas menerimanya dan juga berduka yang berlebihan atau kadang menyalahkan Tuhan.

Sedangkan yang mempunyai hak mutlak dikabulkannya atau tidak do'a seseorang itu hanyalah ada pada Tuhan, jadi sebenarnya manusia tidak punya hak apa-apa tentang do'a.

Menurut para sufi, justru orang-2 yang dikabulkan do'anya oleh Tuhan itu adalah orang-orang yang tidak pernah meminta apa-apa sama sekali dari Tuhan, bukan berarti orang itu sombong dan tidak butuh apa-apa dari Tuhan. Tetapi, dia adalah orang-orang yang dengan tulus dan ikhlas menerima dan tunduk kepada ketetapan-ketetapan apapun yang Tuhan timpakan kepadanya, apakah dia suka atau tidak, apakah dia senang atau tidak, dia akan dengan senang hati menerimanya karena dia menganggap semua itu layak dia terima dari Tuhan yang dicintainya.

Dengan cara apapun Tuhan membentuku, maka jadilah aku.
Jika Dia menjadikanku Benih, jadilah aku benih.
Jika Dia menjadikanku sebilah pisau, jadilah aku pisau.
Jika Dia menjadikanku sebuah sumber air, maka aku kan memberi air.
Jika Dia menjadikanku api, maka aku akan memberi panas.
Jika Dia menjadikanku anak panah, maka aku akan menembus tubuh.
Jika Dia menjadikanku ular, maka aku akan menghasilkan racun.
Jika Dia menjadikanku sahabat-Nya, maka aku akan melayani-Nya dengan baik.
Aku serupa pena dalam genggaman-Nya yang bergerak sesuai kehendak-Nya.

Rabu, 18 Juli 2007

Agama...


AGAMA adalah sarana untuk mencapai Tuhan, lampaui agama capailah Tuhan.
Ketika manusia hanya berhenti pada agama dan lebih mencintai agama, maka agamalah yang akan lebih diper-tuhankan dan selanjutnya akan menimbulkan arogansi ke-agamaan.
Tetapi, ketika manusia telah melampaui agama dan Tuhan satu-satunya target pencapaian, maka ia akan me-lang-lang ke seluruh alam ciptaan-Nya, ia akan melihat warna-warni ciptaan-Nya dengan senyum ke arifan.

Selasa, 17 Juli 2007

Agamaku - agama cinta...


AGAMA cinta adalah jiwa alam semesta, jiwa yang luasnya tak terbatas. Ia memeluk semua orang, meliputi semua negeri, merengkuh semua agama. Tujuan dari cintanya ialah mengenali cinta dalam bentuknya yang mulia, mengenali setiap Nabi, setiap ibadah, dan setiap pemujaan untuk jalan menuju cinta sejati kepada Tuhan.
Agama cinta selalu melihat dan mengenali kehadiran Tuhan di manapun, dan memandang bahwa setiap bagian dari penciptaan adalah refleksi dari keagungan-Nya, karena alam semesta adalah refleksi dari kesempurnaan dan keagungan-Nya, tidak ada ruang kebencian bagi agama para pencinta.
Agama cinta adalah agama yang lebih mencintai dan memahami sifat-2 Tuhan yang meliputi seluruh ciptaan-Nya tanpa batas, agama cinta tidak mempertuhankan nama Tuhan atau lebih mempertuhankan agama dari pada sifat-sifat Tuhan itu sendiri.
Agama cinta meliputi semua agama, pagi para pencinta satu-satunya agama dan iman adalah Tuhan.

Kamis, 12 Juli 2007

NURANI - KEBERSIHAN HATI....



KEBENARAN mutlak hanyalah milik Tuhan dan Tuhan pun memberikan sebagian kebenaran-Nya kepada manusia dengan menanamkan-Nya kedalam hati nurani manusia (Qalb).
Tetapi, ketika manusia lebih di-dominasi oleh rasa Iri, dengki, serakah, kikir, keras kepala,sombong, dan kebenaran hanya di ukur oleh karena suka atau tidak suka, saudara atau bukan saudara, teman atau bukan teman, satu ras atau bukan satu ras, satu agama atau bukan satu agama, satu kelompok atau bukan satu kelompok, satu suku atau bukan satu suku, satu partai atau bukan satu partai, satu bangsa atau bukan satu bangsa, dan atau ukuran-2 sempit lainnya, disinilah mala petaka kehidupan dimulai likes hell on earth. Akhirnya kebenaran itu menjadi relatif karena kepentingan-2 ego manusia lebih dominan dan selalu membuat pembenaran-2 walaupun yang tidak benar itu kelihatan nyata ketidak benarannya , Ego Tuhan ditinggalkan walaupun kadang manusia itu selalu meng-atas namakan Tuhan.
Hanya orang-orang yang selalu memelihara kebersihan hati dan nuraninya sajalah yang akan menyatu dengan Ego-Nya Tuhan., walaupun akan selalu berbenturan dengan kehidupan nyata.

Minggu, 08 Juli 2007

KEHIDUPAN AKHIRAT.....


JANGAN berteriak, "Aduh, engkau telah pergi!" disamping nisanku:
Bagiku, inilah waktunya pertemuan yang menyenangkan!
Jangan ucapkan padaku; "Selamat tinggal" ketika aku diturunkan kedalam nisanku:
Aku telah melewati tirai itu menuju keagungan abadi!

SETIAP ORANG begitu takut pada kematian, tetapi sufi sejati hanya tertawa;
Tak satupun menguasai hati mereka.
Apa yang menghancurkan kulit tiram,
Tidak akan merusak sang mutiara.

KETIKA aku mati dan engkau berharap mengunjungiku,
Jangan datang ke nisanku tanpa sebuah genderang,
Bagi perjamuan Tuhan, orang-orang yang berkabung tidak memiliki tempat.

DUNIA ini laksana sebuah mimpi, tetapi engkau sang penidur,
membayangkan dunia itu nyata.
Sampai tiba-tiba kematian menjemput dan engkau akan terlepas dari
malam gagasan dan kesalahan.
Engkau akan mentertawakan penderitaan yang menimpa wujud duniawimu ketika engkau melihat tempat tinggal abadimu.
Ketika terjaga engkau akan menjadi sadar akan segala yang engkau lakukan di tidurmu dalam keberadaan duniaimu.
Jangan bayangkan perbuatan jahatmu hanya dilakukan ketika tertidur, tanpa akibat apapun kepadamu.
Tetapi saat terjaga airmata dukamu dan ratapan sedihmu akan berubah jadi keriangan.

TUBUH, seperti seorang ibu, mengandung anak ruh: kematian adalah kepedihan dan kesakitan saat melahirkan. Semua ruh yang telah berlalu ke kehidupan esok sedang menunggu dengan cemas untuk melihat ruh yang bangga itu dilahirkan.

KEMATIAN sejati adalah kelahiran spiritual, pembebasan ruh dari penjara indera menuju kebebasan Tuhan, sebagaimana kelahiran jasmani adalah pembebasan bayi dari penjara rahim menuju kebebasan dunia. Sementara kelahiran anak menyebabkan luka dan kepedihan kepada sang ibu, bagi sang bayi ia membawa kebebasan.

TELAH kubunuh keadaan mineral dan menjadi tumbuhan,
Telah kubunuh tumbuhan dan mawar menjadi binatang,
Aku mati dari kebinatangan dan menjadi manusia,
Lalu mengapa harus kutakutkan mati?
Kapan aku tidak pernah sekarat?
Pada tahap berikutnya aku hanya akan mati untuk berubah,
Untuk terbang ke langit tertinggi bersama malaikat.
Tetapi bahkan dari kemalaikatan aku akan berlalu "Segalanya akan binasa kecuali Tuhan."
Sekali lagi akan kukorbankan keadaan malaikatku untuk akhirnya menjadi apa yang tak pernah bisa engkau bayangkan;
Aku akan menjadi ketiadaan!
"Sudah pasti, kepada-Nya lah kita akan kembali."
masih tersisa?

TUHAN memberimu kehidupan dan memberkati sifat-sifat-Nya, pada akhirnya engkau akan kembali kepada-Nya.

MATSNAWI-JALALUDIN RUMI

Rabu, 04 Juli 2007

MENJADI SANG PENCINTA


SESEORANG BERTANYA, "Apakah Cinta itu?" Tuhan menjawab, "Engkau akan mengetahuinya ketika engkau sesatkan dirimu kedalam Aku."

KETIKA AIR berkata kepada noda, "Datanglah kemari."
Noda menjawab, "Aku terlalu malu."
Airpun tersenyum, "Bagaimana rasa malu bisa terbasuh tanpa aku?"

Jalaludin Rumi

PERTENTANGAN - PERTENTANGAN


Segala sesuatu akan menjadi jelas karena adanya pertentangan-pertentangan. Pengalaman kita sehari-hari bisa menunjukan kebenaran itu. Dunia menjadi mungkin karena perbedaaan-perbedaan dan pertentangan-pertentangan. Jika dua hal itu tidak berbeda, dan karenanya dalam beberapa hal "dipertentangkan," maka ia akan menjadi satu dan sama.
Setiap kita memiliki pertentangan yang dengannya orang lain menjadi mungkin; siang dan malam, kesempurnaan dan ketidaksempurnaan, keutuhan dan perpecahan, kebahagian dan kesedihan, yang baru dan yang lama, roh dan jasad. Masing-masing istilah yang korelatif ini hanya dapat menjadi ada dan terpahami karena adanya pertentangan. Demkian juga halnya dengan segala sesuatu, kecuali Tuhan. Hanya Dia yang tidak memiliki pertentangan, namun Dia berada diatas semua pertentangan. Dia adalah muara "segala pertentangan", dimana segala pertentangan berada dalam Lautan Kesatuan. Dengan alasan sama, kita tidak dapat mengetahui-Nya, karena Dia tidak memiliki pertentangan"Yang menjadikan-Nya nyata".

KEBAIKAN DAN KEJAHATAN...



Pertentangan dalam penciptaan itu selalu relatif, dalam pengertian bahwa tidak terdapat perbedaan-perbedaan yang mutlak. Pengetahuan mutlak, kehidupan mutlak, dan kekuatan mutlak - Semua itu Sifat-sifat Tuhan. Namun, ketika terjewantah di dunia, semuanya menjadi lemah dan ternoda, karena terpisah jauh dari Sumbernya. Sehingga,"pengetahuan" dan "kekuatan" yang dapat dijumpai didunia ini hanya kesuraman pantulan Sifat-sifat Tuhan yang terang dan Utama.
Bagi sebagian besar kita, pertentangan yang paling sulit dipahami yang dapat dijumpai didunia ini adalah pertentangan antara "kebaikan" dan "kejahatan" . Jelas bahwa, sebagaimana telah disebutkan, kebaikan mutlak hanya dapat ditemukan di dalam Tuhan.
Segala bentuk kejahatan berasal dari kesuraman kebaikan, karena jauh dari sumbernya. Segala kebaikan dan kejahatan di dunia ini bersifat relatif, tidak mutlak. Sebab tidak ada yang mutlak dalam segala ciptaan. Dari sudut pandang lain, segala sesuatu adalah kebaikan dan kejahatan dalam hubungannya dengan manusia, tidak dalam hubungan dengan Tuhan. Sebab, di mata-Nya, segala yang mewujud hanya untuk satu hal, mengejewantahkan Perbendaharaan Yang Tersembunyi yaitu Tuhan. Lebih dari itu, jika di dunia ini tidak ada kejahatan, tiada sarana bagi pengejewantahan Sifat-sifat Tuhan. Pengampunan dan Ancaman, sebagai contoh, apa yang hendak Dia ampuni jika tidak ada dosa (kejahatan), dan juga untuk apa Ancaman-Nya? Dalam beberapa hal, kesempurnaan kreativitas Sang pelukis yang terbatas, menuntut membuat lukisan-lukisan yang indah sekaligus yang jelek.

Orientasi Islam


ISLAM justru lebih memujikan orientasi cinta, ketimbang orientasi yang didominasi rasa takut dan kebencian.
Annemarie Schimmel